lihat....

Loading...

Sabtu, 28 April 2012

Laporan Praktikum Genetika _Mengenal Tipe Keragaman (Variasi)


Laporan Praktikum Genetika 
Acara 1
Mengenal Tipe Keragaman/ Variasi

Dermawan Purba
E1J010021




AGROEKOTEKNOLOGI
Fakultas Pertanian
Universitas Bengkulu
2011









I. PENDAHULUAN


1. Dasar Teori
              Suatu hal yang tidak asing lagi bila semua manusia yang hidup didunia memiliki ciri-ciri, penampilan wajah maupun sifat-sifat yang berbeda. Perbedaan sifat-sifat dengan saudara kandung sendiri ataupun kembar siam manusia, abang, kakak, atau adik andapun tidak akan mungkin persis sama dengan anda. Pada hewan juga sama halnya bila anda perhatikan dan cermati dengan baik pada anak-anak marmut, anjing, domba pada satu prose perkawinan dan kelahiran hewan tersebut pun berbeda-beda, misalnya dapat anda diamati pada tinggi tubuh, warna bulu, dan panjang tubuh.(syamsuri,2004). Begitu juga pada tumbuhan di alam sekitar anda, Terdapat di dalam satu jenis tumbuhan yang sama, misalnya pada tanaman  Durian, kita tentunya akan menjumpai bentuk buah yang berbeda-beda, begitu juga rasa dan warna kulitnya. Hal yang sama juga dijumpai pada tanaman Kantung Semar adalah tanaman yang banyak digemari dan disukai karena keindahan bunganya dan sekaligus dapat menikmati berbagai bentuk dan warna bungan yang menawan, unik dan indah.(welsh,1991)
              Dari berbagai contoh diatas semuanya menunjukkan bahwa didalam organisme hidup didapati/dijumpai berbagai macam dan tipe keragaman. Keanekaragaman itulah yang dikenal dengan istilah ”variasi”. Keindahan itu juga dihadirkan karena adanya variasi. Apa, mengapa, dan bagaimana keragaman/ variasi itu ada sangat menarik untuk dipelajari apa yang menyebabkan timbulnya keragaman/variasi. Keragaman/variasi ditemui pada hampir semua karakter dari yang paling gampang sampai yang paling sulit: tinggi, lebar, besar, berat/massa, volume, ukuran, bentuk, tanggapan terhadap faktor luar lingkungan. Menurut  tolok ukurnya variasi dapat dibagi; variasi yang bersifat kuantitatif seperti; tinggi, berat,dsb. Ingat tinggi seseorang bervariasi dengan selisih milimeter, sejak dari orang yang paling tinggi sampai dengan  denga yang paling rendah. Karena itu sifat kuantitatif bersifat ”kontinum” (urut bersambung menurut deret matematis). Variasi yang bersifat kualitatif seperti; golongan darah, warna kulit, warna bunga, bentuk permukaan biji,dsb. Ingat antara  antara golongan darah dan warna tidak terdapat selisih antaranya yang dapat diukur, karena itu sifat kualitatif disebut juga ”diskontinum” (tidak bersambung menurut derat matematis).(Campbell,1987).
              Tanpa variasi genetik, setiap perubahan lingkungan yang mendadak akan memusnahkan  suatu jenis pada habitat alaminya.Keanekaragaman genetik alami, peranannya dalam evolusi, dan berbagai sistem untuk koleksi, pengawetan, penyebarluasan dan pemanfaatannya.Berdasarkan penyebab timbulnya variasi yaitu; Variasi genetik yaitu variasi yang dihasilkan oleh faktor keturunan (gen) yang bersifat kekal dan diwariskan secar turun-temurun dari satu sel ke sel lainnya. Variasi non genetik atau variasi lingkungan yaitu yang ditentukan oleh faktor lingkungan seperti; intensitas cahaya, kelembaban, pH,kesuburan tanah dan kelembaban.(suryati,2008)


2.Tujuan
              Melatih dan mengenal tipe-tipe keragaman pada tanaman.


 
II. Bahan dan Metode Praktikum

Bahan dan Alat:
  • Biji serealia (padi, jagung, dan sorgum)
  • Biji Kacang-kacangan (kedelai, kacang hijau)
  • Bunga (Nusa indah, bogenfil)

Alat yang digunakan:
  • Penggaris
  • Pulpen atau pensil
  • Kaca pembesar


Cara Kerja:
  1. Mengamati dengan teliti berbagai biji-bijian yang tersedia dan bunga yang praktikan bawa.
  2. Mencari dan mendapatkan paling sedikit 3 ciri yang berbeda untuk suatu sifat/ karakter yang praktikan bawa.
  3. Mencatat dalam bentuk tabel keragaman yang praktikan temukan dan bila perlu di gambarkan.




III. HASIL PENGAMATAN

              Tabel1. Keragaman biji kedelai

No.
    Tipe Keragaman
                           Keterangan
1
Warna
Kuning cerah, kuning, kuning kelam.
2
Bentuk
Bulat, pipih, kisut.
3
Ukuran
Kecil besar, sedang.
4
Panjang
0,8 cm; 0,7 cm; 0,5 cm; 0,9 cm.
5
Diameter
0,7 cm; 0,6 cm; 0,8 cm.

No.
         Varietas
     Tipe Keragaman
         Keterangan
1
Kerinci
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning
Lonjong
Sedang
2
Tambora
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning cerah
Bulat
Besar
3
Wilis
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning kelam
Lonjong
Besar
4
Sindora
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning kecoklatan
Kisut
Sedang
5
Jaya Wijaya
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning cerah
Bulat
Sedang
6
Burangrang
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning tua
Bulat
Basar
7
Kawi
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning
Bulat Kelonjongan
Kecil
8
Slamet
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning kelam
Lonjong
Sedang
9
Leuser
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning cerah
Bulat
Sedang
10
Cikuray
Warna
Bentuk
Ukuran
Hitam
Besar
Bulat
11
Malabar
Warna
Bentuk
Ukuran
Kuning cerah
Bulat
Kecil

              Tabel 2. Bunga nusa indah

No.
         Tipe Keragaman
                 Keterangan
1
Warna
a.Pink
b.Putih
2
Modifikasi daun

Tangkai daun
a.Pink
b.Putih
a.Hijau muda
b.Hijau Tua
3
Permukaan daun
a.kecil berbulu lembut
b.Kasar Berbulu sedikit

              Tabel 3. Bunga Ephorbia

No.
         Tipe Keragaman
                 Keterangan
1
Warna
Bunga
1.Merah
2.Kuning
2
Warna
Benang Sari
Putik
a.Merah kehitaman
a.Pink
1.Pink
2.Hijau
3
Tangkai bunga
1.lebih besar
2.lebih kecil
4
Ukuran bunga
1.lebih besar
2.lebih kecil


              Tabel 4.Biji jagung

Tipe keragaman
            1
                2
              3
Warna biji
Kuning
Kuning-kekuningan
Orange
Bentuk biji
Gepeng
Membulat
Agak membulat
Ukuran biji
Besar
Agak besar
Sedang
Permukaan biji
Keriput
Agak keriput
Agak rata

              Tabel 5.  biji Buncis

Tipe keragaman
                  A
                   B
Warna
Coklat tua
Putih kekuningan
Bentuk
Bulat lonjong
Bulat kerut
Ukuran
Kecil
Besar
Permukaan biji
Halus,berbelah
Halus rata



IV. PEMBAHASAN


              Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan pada biji jagung, buncis, kedelai, sorgum,padidan kacang hijau, kami mendapatkan ciri-ciri yang berbeda-beda dari berbagai jenis tanaman atau berbagai spesies. Seperti halnya pada biji buncis, pada buncis yang berasal dari lingkungan yang sama yaitu dari lahan gambut, menghasilnya sifat-sifat yang berbeda-beda, yakni berbeda pada warna bijinya, bentuk bijinya, ukuran, dan panjang biji dll. Sangat dengan terlihat jelas bahwa faktor-faktor lingkungan seperti Intensitas cahaya, kelembaban, pH, temperatur, kesuburan tanah, dsbsangat berpengaruh pada sifat-sifat biji buncis. Disebabkan walaupun lahannya sama-sama memiliki lahan yang gambut akan tetapi, lingkungan disuatu tempat itu berbeda-beda karena lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan biji buncis. Bukan hanya pada biji buncis saja, Hal yang sama juga dijumpai pada biji jagung, kedelai, padi, sorgum bahan praktikum yang dipakai, yang dimana semuanya memiliki ciri-ciri tersendiri. Dapat diamati atau diteliti dari segi warna, ukuran ,bentuk, permukaan biji dan lain sebagainya.
              Di dalam Keragaman genetik merupakan sumber bagi setiap kegiatan pemuliaan tanaman. Keragaman tersebut memunculkan variasi dan sifat individu ditentukan oleh gen. Salah satu Faktor genotif yang berinteraksi dengan faktor lingkungan memunculkan atau menghasilkan  sifat yang tampak dengan jelas atau fenotif. Dikarenakan lingkungan yang berbeda-beda, sifat-sifat yang muncul dan timbul pada tanaman yang diteliti atau diamati dapat berbeda pula. Didalam prakikum ini, terdapat variasi yang bersifat kuantitatif, yaitu bentuk dari pada biji atau bunga, ukuran biji atau ukuran bunga, panjang biji dari bahan-bahan praktikum yang telah kami amati. Selain kuantiatif, yaitu warna biji atau warna bunga, bentuk permukaan biji dari preparat-preparat yang telah diamati.
              Pada keragaman gen dapat menimbulkan varietas. Seperti yang telah kami amati pada preparat biji kedelai. Pada biji kedelai terdapat banyak varietas, yaitu kerinci, tambora, wilis, sindora, jaya wijaya, burangrang, kawi, slamet, leuser, cikurai, dan malabar. Pada kedelai ini merupakan kedelai yang memiliki varietas genetik, yang berperan disini adalah gen.Pada preparat biji padi, biji jagung, biji sorggum, dan bunga tanaman holtikultura juga terdapat keragaman/ variasi yang bersifat kuantitatif dan variasi yang bersifat kualitatif. Jika dibandingkan dalam satu jenis tanaman atau satu spesies, juga terdapat keragaman, misal bentuk buah, warna, ukuran. Misal, antara satu spesies padi. Dari masing-masing dalam satu spesies tanaman yang kami ujikan.
              Tanpa variasi, setiap perubahan-perubahan lingkungan yang timbul secara mendadak akan memusnahkan suatu jenis pada habitat alaminya. Keragaman genetik alami, mempunyai peranan yang sangat tampak dalam evolusi, dan berbagai sistem untuk koleksi, pengawetan, peyebarluasan dan pemanfaatannya. Rekombinasi di dalam suatu jenis. Rekombinasi genetik tergantung pada tingginya tingkat persilangan di antara individu yang berbeda-beda secara genetik. Sejumlah karakter seperti rasa, warna, kemudahanrusakan, besar biji, dan kemampuan untuk hidup merupakan sifat yang penting dalam program pembudidayaan. Pada dasarnya ras-ras tanaman lokal ini merupakan sumber keragaman genetik yang baik bagi program koleksi plasmas nutfah.




              Tipe 6. Biji Sorgum

Tipe keragaman
     1
       2
      3
       4
       5
    6
Warna
Putih abu-abu
Kekunnig-kuningan
Putih kekuningan
Coklat muda
Coklat
Coklat tua
Bentuk
Bulat penuh
Bulat penuh
Bulat gepeng
Bulat gepeng
Bulat gepeng
Bulat
Ukuran
Besar
Agak besar
Agak besar
Agak besar
Agak kecil
Agak kecil
Kulit
Polos
Polos
Polos
Polos
Polos
Polos
Permukaan
Halus
Halus
Halus
Halus
Halus
Halus


              Tipe 7. Padi

Tipe keragaman
           1
             2
              3
Bentuk
Agak bulat
Agak lonjong
Lonjong
Warna
Kuning
Kuning abu-abu
Kuning kecoklatan
Ukuran
besar
Sedang
Kecil



Jawaban Pertanyaan:

(1). Apa pentingnya keragaman?
Jawab:
Pentingnya keragaman yaitu karena dengan adanya keragaman/ variasi kita dapat memebedakan makluk hidup dari segi bentuk, warna, ukuran, tempat hidup, tingkah laku, bentuk integrasi, golongan darah. Dan juga dapat sebagai sumber bagi setiap program pemuliaan tanaman, dan dapat dimanfaatkan dalam progam persilangan yang canggih untuk mendapatkan kombinasi genetik yang baru.

(2). Apa kemungkinan yang menyebabkan keragaman genetik? Berikan contoh yang spesifik!
Jawab:
Keragaman genetik dalam bentuk variasi alela terjadi karena adanya Mutasi.
Contoh:
Contohnya pada jagung, Kecepatan mutasi alami pada sejumlah lokus berbeda, pada jagung berkisar antara 0 sampai 500 mutasi per 1.000.000 gamet.kecepatan mutasi ini dikendalikan oleh faktor genetik. Pada jagung terdapat sejumlah gen yang disebut aktivator dan disasosiator yang mengendalikan kecepatan kecepatan mutasi pada lokus. Tingkat kestabilan kromosom terhadap mutasi tergantung pada keadaan alela yang mengendalikan lokus. Faktor lingkungan seperti radiasi dan perubahan suhu yang mendadak umumnya akan memepengaruhi kecepatan mutasi. Sumber energi dipastikan merupakan penyebab terjadinya mutasi ini.

(3). Bagaimana anda bisa mengetahui bahwa penyebab keragaman adalah karena genetik atau lingkungan?
Jawab:
Untuk mengetahui penyebab keragaman adalah karena genetik atau lingkungan adalah keragaman gen dapat memunculkan variasi/keragaman. Sebab gen merupakan faktor pembawa sifat keturunanyang menentukan sifat makluk hidup. Kalau lingkungan merupakan keragaman, walaupun gennya sama tapi bila ditanam dilingkungan yang berbeda maka akan menimbukkan keragaman/variasi. Bukan hanya itu saja, lingkungan yang tidak mendukung juga akan menimbulkan keragaman, karena lingkungan faktor yang mempengaruhinya yaitu, pH tanah, intensitas cahaya matahari, kesuburan tanah,dll.
Sebagai contoh jeruk yang biasa di dataran tinggi, dicangkok kemudian ditanam di Berastagi (medan), yaitu kota yang lebih rendah dari pada batu, Tanaman cangkokan secara genotif sama dengan induknya. Namun karena lingkungan kota batu berbeda  dengan Berastagi, akan muncul tanaman Jeruk yang ukuran buahnya kecil dan memiliki rasa lebih kurang manis,asam. Jadi terdapat perbedaan fenotif antara apel yang ditanam di Batu dan di Berastagi, meskipun gennya sama.


V. KESIMPULAN


  • Pada Variasi genetik bersifat kekal dan diwariskan secara turun-temurun dari satu sel ke sel yang lainnya,sedangkan Variasi lingkungan tidak diwariskan ke keturunannya.

  • Didalam Praktikum mengenal tipe keragaman/variasi, di dalamnya terdapat variasi yang bersifat kuantitatif, yakni ukuran dari pada biji atau bunga, ukuran biji atau ukuran bunga, panjang biji dari berbagai macam-macam biji tanaman yang telah diamati dengan teliti.

  • Factor genotif yang berinteraksi dengan faktor lingkungan memunculkan sifat yang tampak atau fenotif. Karena lingkungan yang berbeda, sifat yang muncul pada tanaman dapat berbeda meskipun genotifnya sama.

  • Warna bunga atau warna biji, bentuk permukaan biji tanaman dari macam-macam preparat yang diamati terdapat variasi yang bersifat kualitatif yang tampak dengan jelas.

  • Perbedaan-perbedaan dan ciri-ciri tersendiri terdapat didalam satu spesies atau jenis tanaman tertentu.

  • Pada lingkungan yang berbeda menyebabkan pada gen yang sama didalam menampakkan dan menghasilkan sifat-sifat yang berbeda pula.



 
VI. DAFTAR PUSTAKA

              Campbell.N.A,dkk1987.Biologi.Jakarta: Erlangga..
              http://www.biology.com/campbell.Bab 14.

              Suryati,Dotti.20011. Penuntun Praktikm Genetika Dasar. Bengkulu:
                                    Lab.Agronomi Universitas Bengkulu.

              Syamsuri,Istamar,dkk.2004.Biologi. Jakarta: Erlangga.

              Welsh, James R.1991. Dasar-dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman.
                                    Jakarta: Erlangga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar